Sabtu, 30 April 2011

Apapun Cita-citanya Selalu Sertakan Dia dan Mereka


Terkhusus buat teman-teman kelas XII.

Teman-teman, saat ini kita berada di ambang transisi. Tidak lama lagi Insya Allah kita akan melepas seragam putih_abu-abu untuk melangkah ke perguruan tinggi/akademi/sekolah tinggi/sejenisnya. Di ambang seperti inilah biasanya kebanyakan dari kita berada pada puncak kegalauan, galau dalam menentukan pilihan.

Saya sendiri merasakan bagaimana menjadi siswa SMA, sungguh berbeda dengan dulu saat SMP, SD, dan TK(long long ago, belum ada Play Group). Saya ingat saat SMP yang saya pikirkan prestasi, prestasi, dan prestasi(yang baik). Belum ada rencana ke depan yang harus dipersiapkan. Yang penting bisa membahagiakan orang tua, keluarga, guru, dan saudara-saudara. Akan tetapi, ternyata yang saya rasakan saat ini, itu semua tidak cukup. Sekarang saya mulai menyadari betapa pentingnya peta hidup untuk tahun-tahun ke depan. Dengan demikian, Insya Allah hidup kita terencana dan terarah.

Saya mulai merenung betapa meruginya jika selama 13 tahun duduk di bangku sekolah jika hanya mendapatkan nilai, prestasi, dan kebanggaan. Sungguh itu sangat rugi. Berbeda jika kita niat untuk menjalankan kewajiban kita untuk menuntut ilmu, juga yang paling penting adalah mendapatkan keridho-an Allah swt. Untuk mendapatkan ridho Allah SWT tentunya kita harus mendapatkan ridho orang tua. Kita tentu tahu bahwa ridho Allah SWT sangat penting demi mendapatkan kebahagiaan di dunia juga di akhirat yang abadi. Teman-teman, semoga perjalanan menuntut ilmu kita mendapatkan keridho-an Allah SWT.(Amin). Mari kita luruskan niat, dengan saling mendo’akan dan mengingatkan dalam kesabaran dan kebaikan dan tercipta keberkahan.

Untuk itu sebelum kita duduk di bangku perguruan tinggi/akademi/sekolah tinggi/sejenisnya alangkah baiknya kita luruskan niat dan bulatkan tekad kita untuk menuntut ilmu dan mencari ridho Allah SWT dan tidak kalah penting adalah ridho orang tua. Sertakan ridho-Nya dan mereka(orang tua kita).

So, action now!!!

Read more »

Kamis, 28 April 2011

Apapun

Saya penah bertanya kepada salah seorang saudariku.

“Mba, boleh nggak kita minta apapun kepada Allah SWT?”

“Boleh, asal itu permintaan kita baik ya tidak papa. Kita memang diperintahkan untuk meminta segalanya dari Allah SWT dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Pemberi. Selanjutnya yang sangat penting kita ingat bahwa Allah SWT menjawab do’a kita dengan tiga ketentuan

Pertama, Allah SWT akan menjawab do’a kita dengan dengan ketentuan “ya”, artinya bahwa Allah SWT memberikan sesuatu yang memang kita minta singkatnya Allah SWT mengabulkan do’a kita.

Kedua, Allah SWT akan menjawab do’a kita dengan ketentuan “belum”, artinya bahwa Allah SWT memberikan apa yang kita minta tidak sekarang karena belum tepat pada waktunya. Akan tetapi pasti Allah SWT akan memberikan itu jika memang sudah pada waktunya. Ya, kita ingat bahwa kenikmatan itu akan tersa nikmat jika sudah pada waktunya.

Ketiga, Allah SWT akan menjawab do’a kita dengan ketentuan “tidak”, artinya berarti Allah SWT tidak memebrikan apa yang kita minta, tetapi yakinlah bahwa Allah SWT mengganti apa yang kita minta dengan sesuatu yang jauh lebih indah dan lebih baik buat kita. Ingatlah bahwa semua kan ada hikmahnya.”

Kemudian aku bertanya lagi

“Mba, jadi boleh kan kita minta apa pun kepada Allah SWT?”

“Oh, tentu”

“Apapun itu?”

“Apapun Dek.”

“Apapun?”

“Apapun.”
Read more »

Kamis, 17 Maret 2011

Prajurit Jaga Malam

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !
Read more »

Sabtu, 04 September 2010

Rendah Hati Ala Rasulllah


Sumberhttp://www.alfurqon.or.id/component/content/article/64-guru/361-fitra-diana

Bercermin dengan kehidupan Rasulullah saw, banyak sekali pelajaran tentang sifat tawadhu beliau yang dapat kita jadikan panutan, di antaranya:


- Jika beliau berpapasan dengan anak kecil atau orang yang lebih muda, beliau tidak segan dan sungkan untuk memulai mengucapkan salam.


- Beliau tidak menepis tangan seorang budak yang menarik tangan beliau.

- Jika beliau makan, beliau tidak sungkan untuk membersihkan jari jemarinya dengan bibirnya.


- Jika sedang berada di rumah, beliau tidak sungkan membantu pekerjaan rumah istrinya.


-Beliau tidak pernah menyimpan dan membalas dendam.


- Beliau biasa menjahit sandal dan sepatunya sendiri, memerah susu kambing untuk keluarganya, menggiring ternaknya, makan bersama para pembantunya, duduk bersama orang-orang miskin, membantu para janda dan anak-anak yatim, senantiasa mengucapkan salam terlebih dahulu kepada siapa saja yang ditemuinya, memenuhi undangan yang berikan kepadanya, walaupun bukan berasal dari orang terpandang .


- Beliau adalah sosok yang santun, berperilaku baik, bertabiat mulia, pandai bergaul, ramah, murah senyum, rendah hati namun tidak hina, dermawan namun tidak royal, lembut hatinya, pengasih terhadap kaum muslim, senantiasa merangkul kaum mukminin, baik hati dan tidak angkuh.


- Beliau senantiasa mengunjungi orang sakit, menyaksikan jenazah, tunggangan sederhana (keledai), dan memenuhi undangan walau yang mengundang sekelas budak.


- Dan para hari perang Quraizhah, tunggangan beliau hanyalah keledai yang moncongnya di ikat dengan tali kekang terbuat dari serabut, dan pelana yang beliau duduki pun terbuat dari anyaman serabut”.[1] riwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata: “Suatu ketika Nabi saw mendapatkan undangan untuk hadir dalam sebuah jamuan roti yang terbuat dari gandum, dan roti-roti tersebut sudah berbau apek. Meski demikian, beliau tetap memenuhi undangan itu. Beliau memiliki sebuah baju besi yang tergadai pada seorang Yahudi, namun hingga beliau wafat beliau tidak memiliki cukup uang untuk menebusnya kembali” (HR At-Turmudzi). [1] Madariju As-Salikin, hal 341. Lihat juga : Asy-Syamail Al-Muhammadiyah karangan At-Turmudzi, hal 284 dst. Dalam sirah kehidupan Rasulullah saw banyak sekali aplikasi sikap hidup yang tawadhu dan akhlak mulia yang patut kita contoh.


Contoh lain yang menggambarkan sifat tawadhu’ Rasulullah adalah kisah yang dituturkan oleh Anas ra: “Beliau pernah diberi kurma yang ada ulatnya. Lalu beliau menghembus-hembus buah kurma tersebut hingga ngengat buah yang ada di dalamnya keluar”[2] Shahihu Al-Jami’, 1/271


Rasulullah saw berdoa: “Ya Allah hidupkan aku dalam kondisi miskin dan matikan aku dalam kondisi miskin, dan bangkitkan aku bersama orang-orang miskin” [3] Al-Ihya’, 3/361


Ibnu Al-Atsir menjelaskan: “Doa tersebut beliau maksudkan sebagai perwujudan sikap tawadhu dan merendahkan diri di hadapan Allah. Dan dijauhkan dari sifat angkuh dan semena-mena”.[4] Madariju As-Salikin, hal. 344


Dalam hal ini Aisyah menyatakan: “Salah satu ibadah utama yang kerap kalian lalaikan adalah sikap tawadhu’.[5]HR al-Bukhari


Hamdun Al-Qasshar menjelaskan mengenai defenisi tawadhu’, yaitu: “menghindari sikap yang membuat orang lain seolah merasa butuh pada anda, baik itu dalam urusan agama maupun urusan dunia”.[6] Diriwayatkan oleh Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani.


Tatkala al-Fudhail bin Iyadh ditanya tentang tawadhu’ beliau menjawab dengan sebuah pengertian: “Tawadhu itu, tunduk pada kebenaran dan mau menerima kebenaran itu dari siapapun yang mengungkapkannya”.

Ada pula yang mengatakan: “Jangan nampakkan diri anda terhormat atau berharga. Jika masih bersikap demikian, maka anda belum bertawadhu’”.

Ada pula yang mengatakan: “Tawadhu itu bersikap ramah dan lemah lembut”.

Yang lain menyebutkan: “Tawadhu adalah tidak menampakkan diri sebagai orang yang berkedudukan atau lebih baik dari yang lainnya”.

Sedangkan menurut Ibnu Athaillah: “Tawadhu’ itu menerima kebenaran dari siapapun. Kemuliaan itu terdapat dalam sikap tawadhu’. Siapa yang mencarinya dalam keangkuhan ibarat mencari air dalam kobaran api”.

Read more »

Selasa, 31 Agustus 2010

Menjadikan Ngangkot Lebih Bermakna

Seperti biasanya, saya pulang naik angkot. Ya, biasalah nek di angkot pokoknya kita harus tahu diri dan harus bisa menjaga diri, menjaga kesopanan, menjaga kesabaran, dan tidak juga jaga pandangan, kalau Desi sering bilang ke saya ghodul bashor, artinya menjaga pandangan. Wah, temenku yang satu ini sering banget ngomongin kaya gitu ke saya. Buat Desi makasih ya, kamu sering ngingetin saya, walaupun mungkin saya belum bisa sepenuhnya seperti itu. Wah, susah juga tuh, tapi itu juga demi kebaikan kita bersama. Oh iya, dan tidak lupa nek di angkot juga harus mempunyai jiwa sosial. Jiwa sosial itu sangat diperlukan, karena kita di angkot menggunakan fasilitas bersama dengan orang lain.

Nah, selanjutnya saya akan bercerita tentang pengalamanku kemarin waktu naik angkot. Ini terjadi saat saya pulang dari sekolah. Sebenarnya saya bawa sepeda, tapi sepedane tak titipin di titipan, masalahe nek naik sepeda sampai rumah, rasanya cape banget. (Kembali ke angkot). Kemarin saya naik angkot di perempatan bakso urip. Nah, karena udah ada angkot yang ngetem, akhirnya saya naik angkot yang ngetem itu deh, walaupu sebenarnya membosankan juga menunggu dan menunggu. Tapi, dari pada menunggu sambil berdiri, ya mending menunggu sambil duduk di angkot. Kemudian saya duduk di tempat duduk yang strategis, itu lho yang di dekat pintu. Saya duduk, kemudian mbuka HP. Ya, ketimbang cuma duduk-duduk tok mendingan mbuka-mbuka sesuatu yang pokoknya lebih bermanfaat deh. Setelah menunggu, ya, akhirnya jalan juga tuh angkot. Tapi, sebelum itu, ada seorang kakek yang naik dan nyarisnya ngga dapet tempat duduk, ya sebagai manusia yang mempunyai jiwa sosial, akhirnya saya memberikan tempat duduk saya kepada kakek tersebut. Dan parahnya, ternyata saya berdii sendiri, Masya Allah… Tapi, tak apalah beramal di bulan Ramadhan itu, Insya Allah pahalanya dilipatgandakan, amin…

Nah, setelah kira-kira baru 200 m, ternyata kakek tersebut turun, Alhamdulillah, akhirnya saya kembali duduk lagi. Dan saya kembali melanjutkan aktivitasku yang sempat ter pending. Saya duduk sambil menikmati jalanan kota Kebumen yang bersih, indah, aman, dan nyaman, hehehe itu kan semboyan kotaku…. Kebumen Beriman.

Sesampainya di Kedung Bener…
Ya, sesampainya di terminal bayangan alias Kedung Bener ternyata ada se keluarga, terdiri dari ayah dengan menggendong putranya, dan ibunya pun menggendong putranya, dan putra yang satunya sudah kira-kira umur 4 tahunan jadi ga perlu digendong. Nah, ternyata yang dapet tempat duduk cuma anak yang kira-kira berumur 4 tahunan itu, sedang ibunya ngga dapet tempat duduk. Ya, akhirnya saya harus memberikan tempat duduk saya kepada ibu itu. Toh, saya sudah mau turun, paling tinggal 5 menitan. Dengan bersenang hati saya berikan tempat duduk saya sama ibu tersebut.

Ya, begitulah pengalamanku naik angkot kemarin. Berbeda dari biasanya. Bedanya yaitu, biasanaya nek ngasih tempat duduk, maka saya akan berdiri dan ngga ada harapan lagi buat duduk. Tetapi, yang kemarin itu beda, kemarin saya memberikan tempat duduk kepada dua orang dalam satu kali perjalanan, tapi saya tidak merasa dirugikan sama sekali, dan malah saya merasa beruntung karena bisa membantu orang lain tanpa adanya pengorbanan yang berarti. Mungkin itu berkat keberkahan bulan ramadhan…. Ya, semoga saja seperti itu.
Sekian…
Wassalam…
Read more »

Sabtu, 28 Agustus 2010

Air Mata Nabi Adam

Assalamualaikum,
Tahukah kalian semenjak Nabi Adam terkeluar dari syurga akibat tipu daya iblis, beliau menangis selama 300 tahun. Nabi Adam tidak mengangkat kepalanya ke langit kerana terlampau malu kepada Allah swt.

Beliau sujud di atas gunung selama seratus tahun. Kemudian menangis lagi sehingga air matanya mengalir di jurang Serantip. Dari air mata Nabi Adam itu Allah tumbuhkan pohon kayu manis dan pokok cengkih. Beberapa ekor burung telah meminum air mata beliau. Burung itu berkata, "Sedap sungguh air ini."

Nabi Adam terdengar kata-kata burung tersebut. Beliau menyangka burung itu sengaja mengejeknya kerana perbuatan derhakanya kepada Allah. Ini membuatkan Nabi Adam semakin hebat menangis. Akhirnya Allah telah menyampaikan wahyu yang bermaksud, "Hai Adam, sesungguhnya aku belum pernah menciptakan air minum yang lebih lazat dan hebat dari air mata taubatmu itu."

=======================================

Apa Yang Akan Ditanya:

Dalam sehari ada 24 jam. ? Dalam sejam manusia bernafas sebanyak 4320 kali. Dalam setiap kali bernafas Allah akan tanya dua perkara semasa nafas keluar dan masuk. Pertanyaan itu ialah, "Apa perbuatan yang kita lakukan semasa nafas itu keluar dan masuk?

=======================================

Tiga Cahaya Di Hari Kiamat

Di hari kiamat ada tiga cahaya yang berlainan :
* Cahaya yang pertama seperti bintang-bintang.
* Cahaya yang kedua seperti cahaya bulan.
* Cahaya yang ketiga seperti cahaya matahari.

Apabila ditanya cahaya apakah ini ? Lalu dijawab :
"Cahaya yang pertama ialah cahaya wajah-wajah manusia yang ketika di dunia, mereka akan meninggalkan pekerjaan dan terus bersuci dan mengambil air sembahyang apabila terdengar azan.
Yang kedua ialah cahaya wajah mereka yang mengambil air sembahyang sebelum azan.
Cahaya yang ketiga ialah cahaya mereka seperti matahari. Mereka di dunia sudah bersiap sedia di dalam masjid sebelum azan lagi."

=======================================

Kala Jengking Neraka
Di hari kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka jahanam yang bernama "Huraisy" berasal dari anak kala jengking. Besarnya Huraisy ini dari timur hingga ke barat. Panjangnya pula seperti jarak langit dan bumi.

Malaikat Jibril bertanya : "Hai Huraisy! Engkau hendak ke mana dan siapa yang kau cari? "Huraisy pun menjawab, "Aku mahu mencari limaorang. Pertama, orang yang meninggalkan sembahyang. Kedua, orang yang tidak mahu keluarkan zakat. Ketiga, orang yang derhaka kepada ibubapanya. Keempat, orang yang bercakap tentang dunia di dalam masjid. Kelima, orang yang suka minum arak."

Sampaikan kepada sekelian muslimin/muslimat yang lain semoga menjadi pedoman hidup hingga keakhir hayat , Insya'Allah

========================================
Untuk renungan bersama. Semoga bermanfaat.

Jika harta yang hilang dari diri seseorang, maka tiada apa pun yang hilang,Jika kesihatan yang hilang dari diri seseorang, maka ada sesuatu yg hilang, Tetapi jika akhlak yang hilang dari diri seseorang, maka segala-galanya telah hilang dari diri seseorang.

=========================================

Dikisahkan, bahawasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik
bertawaf di Ka'bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: "Ya Karim! Ya Karim!"

Rasulullah s.a.w. menirunya membaca "Ya Karim! Ya Karim!" Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka'bah, dan berzikir lagi: "Ya Karim! Ya Karim!" Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya "Ya Karim! Ya Karim!" Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu lalu berkata:

"Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku,kerana aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah."

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya:
"Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?" "Belum," jawab orang itu.
"Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?"
"Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya," kata orang Arab badwi itu pula.

Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: "Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!" Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.

"Tuan ini Nabi Muhammad?!" "Ya" jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya:

"Wahai orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan serupa itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada tuannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya."

Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata:
"Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: "Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil mahupun yang besar!" Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata:

"Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat
perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!"kata orang Arab badwi itu. "Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?" Rasulullah bertanya padanya. 'Jika Tuh an akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran
maghfirahnya,' jawab orang itu. 'Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!'

Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun
menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata:

"Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya kerana tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahawa Allah tidak akan menghisab dirinya,juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah mengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!" Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita tersebut. la lalu menangis kerana tidak berdaya menahan keharuan dirinya.
"sebarkan Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah meninggal dunia... "

Wassalam

Sumber:http://ummu-fatimah.blogspot.com/2009/04/air-mata-nabi-adam.html
Read more »

Kisah seekor semut

salam,
pernah tak anta semua tengok semut? mesti pernah kan? ok...pernah tak tengok seekor semut membawa nasi utk diaorang makan? pernah...x pernah...ok...apa saja jawapannya ni ana nak cerita sikit kisah seekor semut..

Seekor semut kelihatan berusaha bersungguh2 untuk membawa sebiji nasi ke sarangnya. Dia berjaya membawa nasi tersebut walaupun terpaksa bersusah payah, terhoyong hayang , semput dsb memanjat dinding rumah sambil membawa nasi tersebut untuk dibawa ke sarangnya..akhirnya dengan segala usahanya nasi tersebut berjaya juga dibawa sampai ke lubang sarang...tapi...opppsss...nasi lebih besar dari lubang sarang semut...so apa jadi? dah tentu la nasi tadi tak dapat dibawa masuk ke dalam sarang dia...huhuhu...

Begitulah kita manusia pada hari ini. Berusaha bersungguh2 untuk dunia. Kerja bermati-matian. Tinggal anak bini. Tak pun kerja sampai larut malam. Tujuannya untuk dapat hidup sempurna. senang. mewah. dapat beli kereta BESAR, rumah BESAR, isteri pun makin BESAR tapi akhirnya semua itu akan ditinggalkan. Lubang kubur tak muat beb nak masukkan rumah & kete besar tu. Begitulah kita pada hari ini. Bangun aje tidur fikirkan satu benda aje. Benda yg ada kepala tapi tak de kaki. Apa dia tu?? Teka-teki ni ....DUIT la ...apa lagi... Kita lupa bila kita mati yang kita bawa cuma amalan kita sahaja semasa di dunia. AMALAN. Bagaimanakah amalan kita semasa di dunia. Allah pandang tak amalan kita? Ikhlas tak amalan kita?

Fikir-fikirkanlah...

Ingatan untuk diri ana sendiri.

Sekian, wasalam.
sumber:http://ummu-fatimah.blogspot.com/search/label/Kisah%20Teladan
Read more »

Sabtu, 30 April 2011

Apapun Cita-citanya Selalu Sertakan Dia dan Mereka


Terkhusus buat teman-teman kelas XII.

Teman-teman, saat ini kita berada di ambang transisi. Tidak lama lagi Insya Allah kita akan melepas seragam putih_abu-abu untuk melangkah ke perguruan tinggi/akademi/sekolah tinggi/sejenisnya. Di ambang seperti inilah biasanya kebanyakan dari kita berada pada puncak kegalauan, galau dalam menentukan pilihan.

Saya sendiri merasakan bagaimana menjadi siswa SMA, sungguh berbeda dengan dulu saat SMP, SD, dan TK(long long ago, belum ada Play Group). Saya ingat saat SMP yang saya pikirkan prestasi, prestasi, dan prestasi(yang baik). Belum ada rencana ke depan yang harus dipersiapkan. Yang penting bisa membahagiakan orang tua, keluarga, guru, dan saudara-saudara. Akan tetapi, ternyata yang saya rasakan saat ini, itu semua tidak cukup. Sekarang saya mulai menyadari betapa pentingnya peta hidup untuk tahun-tahun ke depan. Dengan demikian, Insya Allah hidup kita terencana dan terarah.

Saya mulai merenung betapa meruginya jika selama 13 tahun duduk di bangku sekolah jika hanya mendapatkan nilai, prestasi, dan kebanggaan. Sungguh itu sangat rugi. Berbeda jika kita niat untuk menjalankan kewajiban kita untuk menuntut ilmu, juga yang paling penting adalah mendapatkan keridho-an Allah swt. Untuk mendapatkan ridho Allah SWT tentunya kita harus mendapatkan ridho orang tua. Kita tentu tahu bahwa ridho Allah SWT sangat penting demi mendapatkan kebahagiaan di dunia juga di akhirat yang abadi. Teman-teman, semoga perjalanan menuntut ilmu kita mendapatkan keridho-an Allah SWT.(Amin). Mari kita luruskan niat, dengan saling mendo’akan dan mengingatkan dalam kesabaran dan kebaikan dan tercipta keberkahan.

Untuk itu sebelum kita duduk di bangku perguruan tinggi/akademi/sekolah tinggi/sejenisnya alangkah baiknya kita luruskan niat dan bulatkan tekad kita untuk menuntut ilmu dan mencari ridho Allah SWT dan tidak kalah penting adalah ridho orang tua. Sertakan ridho-Nya dan mereka(orang tua kita).

So, action now!!!

Kamis, 28 April 2011

Apapun

Saya penah bertanya kepada salah seorang saudariku.

“Mba, boleh nggak kita minta apapun kepada Allah SWT?”

“Boleh, asal itu permintaan kita baik ya tidak papa. Kita memang diperintahkan untuk meminta segalanya dari Allah SWT dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Pemberi. Selanjutnya yang sangat penting kita ingat bahwa Allah SWT menjawab do’a kita dengan tiga ketentuan

Pertama, Allah SWT akan menjawab do’a kita dengan dengan ketentuan “ya”, artinya bahwa Allah SWT memberikan sesuatu yang memang kita minta singkatnya Allah SWT mengabulkan do’a kita.

Kedua, Allah SWT akan menjawab do’a kita dengan ketentuan “belum”, artinya bahwa Allah SWT memberikan apa yang kita minta tidak sekarang karena belum tepat pada waktunya. Akan tetapi pasti Allah SWT akan memberikan itu jika memang sudah pada waktunya. Ya, kita ingat bahwa kenikmatan itu akan tersa nikmat jika sudah pada waktunya.

Ketiga, Allah SWT akan menjawab do’a kita dengan ketentuan “tidak”, artinya berarti Allah SWT tidak memebrikan apa yang kita minta, tetapi yakinlah bahwa Allah SWT mengganti apa yang kita minta dengan sesuatu yang jauh lebih indah dan lebih baik buat kita. Ingatlah bahwa semua kan ada hikmahnya.”

Kemudian aku bertanya lagi

“Mba, jadi boleh kan kita minta apa pun kepada Allah SWT?”

“Oh, tentu”

“Apapun itu?”

“Apapun Dek.”

“Apapun?”

“Apapun.”

Kamis, 17 Maret 2011

Prajurit Jaga Malam

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !

Sabtu, 04 September 2010

Rendah Hati Ala Rasulllah


Sumberhttp://www.alfurqon.or.id/component/content/article/64-guru/361-fitra-diana

Bercermin dengan kehidupan Rasulullah saw, banyak sekali pelajaran tentang sifat tawadhu beliau yang dapat kita jadikan panutan, di antaranya:


- Jika beliau berpapasan dengan anak kecil atau orang yang lebih muda, beliau tidak segan dan sungkan untuk memulai mengucapkan salam.


- Beliau tidak menepis tangan seorang budak yang menarik tangan beliau.

- Jika beliau makan, beliau tidak sungkan untuk membersihkan jari jemarinya dengan bibirnya.


- Jika sedang berada di rumah, beliau tidak sungkan membantu pekerjaan rumah istrinya.


-Beliau tidak pernah menyimpan dan membalas dendam.


- Beliau biasa menjahit sandal dan sepatunya sendiri, memerah susu kambing untuk keluarganya, menggiring ternaknya, makan bersama para pembantunya, duduk bersama orang-orang miskin, membantu para janda dan anak-anak yatim, senantiasa mengucapkan salam terlebih dahulu kepada siapa saja yang ditemuinya, memenuhi undangan yang berikan kepadanya, walaupun bukan berasal dari orang terpandang .


- Beliau adalah sosok yang santun, berperilaku baik, bertabiat mulia, pandai bergaul, ramah, murah senyum, rendah hati namun tidak hina, dermawan namun tidak royal, lembut hatinya, pengasih terhadap kaum muslim, senantiasa merangkul kaum mukminin, baik hati dan tidak angkuh.


- Beliau senantiasa mengunjungi orang sakit, menyaksikan jenazah, tunggangan sederhana (keledai), dan memenuhi undangan walau yang mengundang sekelas budak.


- Dan para hari perang Quraizhah, tunggangan beliau hanyalah keledai yang moncongnya di ikat dengan tali kekang terbuat dari serabut, dan pelana yang beliau duduki pun terbuat dari anyaman serabut”.[1] riwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata: “Suatu ketika Nabi saw mendapatkan undangan untuk hadir dalam sebuah jamuan roti yang terbuat dari gandum, dan roti-roti tersebut sudah berbau apek. Meski demikian, beliau tetap memenuhi undangan itu. Beliau memiliki sebuah baju besi yang tergadai pada seorang Yahudi, namun hingga beliau wafat beliau tidak memiliki cukup uang untuk menebusnya kembali” (HR At-Turmudzi). [1] Madariju As-Salikin, hal 341. Lihat juga : Asy-Syamail Al-Muhammadiyah karangan At-Turmudzi, hal 284 dst. Dalam sirah kehidupan Rasulullah saw banyak sekali aplikasi sikap hidup yang tawadhu dan akhlak mulia yang patut kita contoh.


Contoh lain yang menggambarkan sifat tawadhu’ Rasulullah adalah kisah yang dituturkan oleh Anas ra: “Beliau pernah diberi kurma yang ada ulatnya. Lalu beliau menghembus-hembus buah kurma tersebut hingga ngengat buah yang ada di dalamnya keluar”[2] Shahihu Al-Jami’, 1/271


Rasulullah saw berdoa: “Ya Allah hidupkan aku dalam kondisi miskin dan matikan aku dalam kondisi miskin, dan bangkitkan aku bersama orang-orang miskin” [3] Al-Ihya’, 3/361


Ibnu Al-Atsir menjelaskan: “Doa tersebut beliau maksudkan sebagai perwujudan sikap tawadhu dan merendahkan diri di hadapan Allah. Dan dijauhkan dari sifat angkuh dan semena-mena”.[4] Madariju As-Salikin, hal. 344


Dalam hal ini Aisyah menyatakan: “Salah satu ibadah utama yang kerap kalian lalaikan adalah sikap tawadhu’.[5]HR al-Bukhari


Hamdun Al-Qasshar menjelaskan mengenai defenisi tawadhu’, yaitu: “menghindari sikap yang membuat orang lain seolah merasa butuh pada anda, baik itu dalam urusan agama maupun urusan dunia”.[6] Diriwayatkan oleh Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani.


Tatkala al-Fudhail bin Iyadh ditanya tentang tawadhu’ beliau menjawab dengan sebuah pengertian: “Tawadhu itu, tunduk pada kebenaran dan mau menerima kebenaran itu dari siapapun yang mengungkapkannya”.

Ada pula yang mengatakan: “Jangan nampakkan diri anda terhormat atau berharga. Jika masih bersikap demikian, maka anda belum bertawadhu’”.

Ada pula yang mengatakan: “Tawadhu itu bersikap ramah dan lemah lembut”.

Yang lain menyebutkan: “Tawadhu adalah tidak menampakkan diri sebagai orang yang berkedudukan atau lebih baik dari yang lainnya”.

Sedangkan menurut Ibnu Athaillah: “Tawadhu’ itu menerima kebenaran dari siapapun. Kemuliaan itu terdapat dalam sikap tawadhu’. Siapa yang mencarinya dalam keangkuhan ibarat mencari air dalam kobaran api”.

Selasa, 31 Agustus 2010

Menjadikan Ngangkot Lebih Bermakna

Seperti biasanya, saya pulang naik angkot. Ya, biasalah nek di angkot pokoknya kita harus tahu diri dan harus bisa menjaga diri, menjaga kesopanan, menjaga kesabaran, dan tidak juga jaga pandangan, kalau Desi sering bilang ke saya ghodul bashor, artinya menjaga pandangan. Wah, temenku yang satu ini sering banget ngomongin kaya gitu ke saya. Buat Desi makasih ya, kamu sering ngingetin saya, walaupun mungkin saya belum bisa sepenuhnya seperti itu. Wah, susah juga tuh, tapi itu juga demi kebaikan kita bersama. Oh iya, dan tidak lupa nek di angkot juga harus mempunyai jiwa sosial. Jiwa sosial itu sangat diperlukan, karena kita di angkot menggunakan fasilitas bersama dengan orang lain.

Nah, selanjutnya saya akan bercerita tentang pengalamanku kemarin waktu naik angkot. Ini terjadi saat saya pulang dari sekolah. Sebenarnya saya bawa sepeda, tapi sepedane tak titipin di titipan, masalahe nek naik sepeda sampai rumah, rasanya cape banget. (Kembali ke angkot). Kemarin saya naik angkot di perempatan bakso urip. Nah, karena udah ada angkot yang ngetem, akhirnya saya naik angkot yang ngetem itu deh, walaupu sebenarnya membosankan juga menunggu dan menunggu. Tapi, dari pada menunggu sambil berdiri, ya mending menunggu sambil duduk di angkot. Kemudian saya duduk di tempat duduk yang strategis, itu lho yang di dekat pintu. Saya duduk, kemudian mbuka HP. Ya, ketimbang cuma duduk-duduk tok mendingan mbuka-mbuka sesuatu yang pokoknya lebih bermanfaat deh. Setelah menunggu, ya, akhirnya jalan juga tuh angkot. Tapi, sebelum itu, ada seorang kakek yang naik dan nyarisnya ngga dapet tempat duduk, ya sebagai manusia yang mempunyai jiwa sosial, akhirnya saya memberikan tempat duduk saya kepada kakek tersebut. Dan parahnya, ternyata saya berdii sendiri, Masya Allah… Tapi, tak apalah beramal di bulan Ramadhan itu, Insya Allah pahalanya dilipatgandakan, amin…

Nah, setelah kira-kira baru 200 m, ternyata kakek tersebut turun, Alhamdulillah, akhirnya saya kembali duduk lagi. Dan saya kembali melanjutkan aktivitasku yang sempat ter pending. Saya duduk sambil menikmati jalanan kota Kebumen yang bersih, indah, aman, dan nyaman, hehehe itu kan semboyan kotaku…. Kebumen Beriman.

Sesampainya di Kedung Bener…
Ya, sesampainya di terminal bayangan alias Kedung Bener ternyata ada se keluarga, terdiri dari ayah dengan menggendong putranya, dan ibunya pun menggendong putranya, dan putra yang satunya sudah kira-kira umur 4 tahunan jadi ga perlu digendong. Nah, ternyata yang dapet tempat duduk cuma anak yang kira-kira berumur 4 tahunan itu, sedang ibunya ngga dapet tempat duduk. Ya, akhirnya saya harus memberikan tempat duduk saya kepada ibu itu. Toh, saya sudah mau turun, paling tinggal 5 menitan. Dengan bersenang hati saya berikan tempat duduk saya sama ibu tersebut.

Ya, begitulah pengalamanku naik angkot kemarin. Berbeda dari biasanya. Bedanya yaitu, biasanaya nek ngasih tempat duduk, maka saya akan berdiri dan ngga ada harapan lagi buat duduk. Tetapi, yang kemarin itu beda, kemarin saya memberikan tempat duduk kepada dua orang dalam satu kali perjalanan, tapi saya tidak merasa dirugikan sama sekali, dan malah saya merasa beruntung karena bisa membantu orang lain tanpa adanya pengorbanan yang berarti. Mungkin itu berkat keberkahan bulan ramadhan…. Ya, semoga saja seperti itu.
Sekian…
Wassalam…

Sabtu, 28 Agustus 2010

Air Mata Nabi Adam

Assalamualaikum,
Tahukah kalian semenjak Nabi Adam terkeluar dari syurga akibat tipu daya iblis, beliau menangis selama 300 tahun. Nabi Adam tidak mengangkat kepalanya ke langit kerana terlampau malu kepada Allah swt.

Beliau sujud di atas gunung selama seratus tahun. Kemudian menangis lagi sehingga air matanya mengalir di jurang Serantip. Dari air mata Nabi Adam itu Allah tumbuhkan pohon kayu manis dan pokok cengkih. Beberapa ekor burung telah meminum air mata beliau. Burung itu berkata, "Sedap sungguh air ini."

Nabi Adam terdengar kata-kata burung tersebut. Beliau menyangka burung itu sengaja mengejeknya kerana perbuatan derhakanya kepada Allah. Ini membuatkan Nabi Adam semakin hebat menangis. Akhirnya Allah telah menyampaikan wahyu yang bermaksud, "Hai Adam, sesungguhnya aku belum pernah menciptakan air minum yang lebih lazat dan hebat dari air mata taubatmu itu."

=======================================

Apa Yang Akan Ditanya:

Dalam sehari ada 24 jam. ? Dalam sejam manusia bernafas sebanyak 4320 kali. Dalam setiap kali bernafas Allah akan tanya dua perkara semasa nafas keluar dan masuk. Pertanyaan itu ialah, "Apa perbuatan yang kita lakukan semasa nafas itu keluar dan masuk?

=======================================

Tiga Cahaya Di Hari Kiamat

Di hari kiamat ada tiga cahaya yang berlainan :
* Cahaya yang pertama seperti bintang-bintang.
* Cahaya yang kedua seperti cahaya bulan.
* Cahaya yang ketiga seperti cahaya matahari.

Apabila ditanya cahaya apakah ini ? Lalu dijawab :
"Cahaya yang pertama ialah cahaya wajah-wajah manusia yang ketika di dunia, mereka akan meninggalkan pekerjaan dan terus bersuci dan mengambil air sembahyang apabila terdengar azan.
Yang kedua ialah cahaya wajah mereka yang mengambil air sembahyang sebelum azan.
Cahaya yang ketiga ialah cahaya mereka seperti matahari. Mereka di dunia sudah bersiap sedia di dalam masjid sebelum azan lagi."

=======================================

Kala Jengking Neraka
Di hari kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka jahanam yang bernama "Huraisy" berasal dari anak kala jengking. Besarnya Huraisy ini dari timur hingga ke barat. Panjangnya pula seperti jarak langit dan bumi.

Malaikat Jibril bertanya : "Hai Huraisy! Engkau hendak ke mana dan siapa yang kau cari? "Huraisy pun menjawab, "Aku mahu mencari limaorang. Pertama, orang yang meninggalkan sembahyang. Kedua, orang yang tidak mahu keluarkan zakat. Ketiga, orang yang derhaka kepada ibubapanya. Keempat, orang yang bercakap tentang dunia di dalam masjid. Kelima, orang yang suka minum arak."

Sampaikan kepada sekelian muslimin/muslimat yang lain semoga menjadi pedoman hidup hingga keakhir hayat , Insya'Allah

========================================
Untuk renungan bersama. Semoga bermanfaat.

Jika harta yang hilang dari diri seseorang, maka tiada apa pun yang hilang,Jika kesihatan yang hilang dari diri seseorang, maka ada sesuatu yg hilang, Tetapi jika akhlak yang hilang dari diri seseorang, maka segala-galanya telah hilang dari diri seseorang.

=========================================

Dikisahkan, bahawasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik
bertawaf di Ka'bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: "Ya Karim! Ya Karim!"

Rasulullah s.a.w. menirunya membaca "Ya Karim! Ya Karim!" Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka'bah, dan berzikir lagi: "Ya Karim! Ya Karim!" Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya "Ya Karim! Ya Karim!" Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu lalu berkata:

"Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku,kerana aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah."

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya:
"Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?" "Belum," jawab orang itu.
"Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?"
"Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya," kata orang Arab badwi itu pula.

Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: "Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!" Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.

"Tuan ini Nabi Muhammad?!" "Ya" jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya:

"Wahai orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan serupa itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada tuannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya."

Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata:
"Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: "Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil mahupun yang besar!" Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata:

"Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat
perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!"kata orang Arab badwi itu. "Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?" Rasulullah bertanya padanya. 'Jika Tuh an akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran
maghfirahnya,' jawab orang itu. 'Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!'

Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun
menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata:

"Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya kerana tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahawa Allah tidak akan menghisab dirinya,juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah mengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!" Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita tersebut. la lalu menangis kerana tidak berdaya menahan keharuan dirinya.
"sebarkan Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah meninggal dunia... "

Wassalam

Sumber:http://ummu-fatimah.blogspot.com/2009/04/air-mata-nabi-adam.html

Kisah seekor semut

salam,
pernah tak anta semua tengok semut? mesti pernah kan? ok...pernah tak tengok seekor semut membawa nasi utk diaorang makan? pernah...x pernah...ok...apa saja jawapannya ni ana nak cerita sikit kisah seekor semut..

Seekor semut kelihatan berusaha bersungguh2 untuk membawa sebiji nasi ke sarangnya. Dia berjaya membawa nasi tersebut walaupun terpaksa bersusah payah, terhoyong hayang , semput dsb memanjat dinding rumah sambil membawa nasi tersebut untuk dibawa ke sarangnya..akhirnya dengan segala usahanya nasi tersebut berjaya juga dibawa sampai ke lubang sarang...tapi...opppsss...nasi lebih besar dari lubang sarang semut...so apa jadi? dah tentu la nasi tadi tak dapat dibawa masuk ke dalam sarang dia...huhuhu...

Begitulah kita manusia pada hari ini. Berusaha bersungguh2 untuk dunia. Kerja bermati-matian. Tinggal anak bini. Tak pun kerja sampai larut malam. Tujuannya untuk dapat hidup sempurna. senang. mewah. dapat beli kereta BESAR, rumah BESAR, isteri pun makin BESAR tapi akhirnya semua itu akan ditinggalkan. Lubang kubur tak muat beb nak masukkan rumah & kete besar tu. Begitulah kita pada hari ini. Bangun aje tidur fikirkan satu benda aje. Benda yg ada kepala tapi tak de kaki. Apa dia tu?? Teka-teki ni ....DUIT la ...apa lagi... Kita lupa bila kita mati yang kita bawa cuma amalan kita sahaja semasa di dunia. AMALAN. Bagaimanakah amalan kita semasa di dunia. Allah pandang tak amalan kita? Ikhlas tak amalan kita?

Fikir-fikirkanlah...

Ingatan untuk diri ana sendiri.

Sekian, wasalam.
sumber:http://ummu-fatimah.blogspot.com/search/label/Kisah%20Teladan

 
Cheap Web Hosting | Top Web Host | Great HTML Templates from easytemplates.com.